MENGGAPAI PUNCAK TERTINGGI JAWA BARAT "MT.CIREMAI"
Posted by: Furqon | Karyapala Adventure | 11 Maret, 2014 Jam 11:15 wib
![]() | |
| Gunung Ciremai Jawa Barat |
*Sekilas Tentang Gunung Ciremai
Ada baiknya sebelum saya menceritakan tentang perjalanan mendaki Gunung Ciremai hingga di ketinggian puncak 3078 mdpl, saya akan kasih info sedikit tentang gunung ciremai, agar minimal kita tahu tentang Gunung Ciremai itu sendiri.
Gunung Ciremai merupakan gunung merapi aktif yang terletak di tiga kawasan administratif berbeda, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, dimana ketinggiaannya mencapai 3.078 mdpl.
Gunung ini tergolong unik. Secara letaknya yang cenderung dekat dengan laut jawa. Dan pastinya beda banget sama kebanyakan Gunung-Gunung di pulau Jawa yang umumnya terletak di tengah-tengah pulau. Jadi ketika sampai puncak dan melihat ke arah utara, akan terlihat betapa indahnya pemandangan Pulau Jawa.
Untuk mendaki gunung Ciremai, ada tiga rute pendakian yang legal, yakni melalui jalur Linggarjati, jalur Palutungan, dan Jalur Apuy. Ketiga rute ini sudah pasti recommended, karena resmi di bawah naungan TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai). Nah pembahasan kita kali ini bakal fokus ke jalur linggar Jati.
Perlu kawan-kawan ketahui, bahwasanya jalur Linggar jati ini merupakan jalur terpanjang dan tersulit diantara ketiga jalur yang ada. Jika kedua jalur yang lain hanya memakan waktu tempuh selama kurang lebih 8 – 12 jam, jalur Linggarjati malah bisa memakan waktu mencapai 15 – 20 jam. Hal ini karena pendakian jalur Linggarjati dimulai dari ketinggian 700mdpl, dimana jalur lain dimulai dari 1000mdpl atau bahkan lebih.
jalur ini merupakan jalur yang paling diminati para pendaki. Kawan-kawan pasti tau donk kenapa?? Karena jalur ini tuh lebih menantang dan lebih greget dibanding kedua jalur lainnya. Disini kawan-kawan bakal melewati medan yang cukup curam, dimana kemiringan jalur ini bisa mencapai lebih dari 70°. Ditambah lagi jarangnya sumber air yang ditemukan di jalur ini. Dan yang gak kalah menantangnya adalah lokasi yang cenderung angker #hihihi
Ada sekitar 12 Pos yang akan kita jumpai jika mendaki melalui jalur Linggar Jati, yakni sbb:
1.Pos Linggarjati/Pos pendaftaran
2.Pos Cibunar 750mdpl
3.Leuwing Datar 1285mdpl
4.Condang Amis 1350mdpl
5.Kuburan Kuda 1580mdpl
6.Pangalap 1790mdpl
7.Tanjakan Seruni 2080
8.Bapa Tere 2200mdpl
9.Batu Lingga 2400mdpl
10.Sangga Buana 2545mdpl
11.Pangasinan 2860mdpl
12.Puncak 3078mdpl
| Karyapala Go To Ciremai 2013 |
Sesuai hasil technical meeting karyapala bahwasanya di putuskan untuk transportasi menuju kuningan linggar jati menggunakan mobil Bus Mini PT.TSTECH INDONESIA yang Alhamdulillah telah mendapatkan izin dari pihak manager HRD (bpk Ahmad Dzirjis Azraih) #thanks
Jadi kita tidak perlu pusing-pusing lagi memikirkan bagaimana caranya mencari angkutan umum menuju kuningan linggar jati.
Sopirpun telah di sediakan oleh pihak HRD yakni Bapak Surip yang akan menjadi driver kita menuju kuningan linggar jati jawa barat.
Kamis sore pukul 17:00 wib bel PT.TSTECH INDONESIA berbunyi "teeng nooong.. teeeng Noooong.." Itu tandanya jam kerja telah selesai dan kita semua bergegas mempersiapkan semua perlengkapan, mulai dari tas ceril,matras,sb,pakaian salin serta logistic plus perlengkapan untuk memasak, setelah semua selesai kita semua bersantai-santai ria di PT sambil bersenda gurau menunggu ba'da isya.
| Siap Berangkat Menuju Gn.Ciremai |
Pukul 21:00 wib kita brifing untuk technis pelaksanaan keberangkatan menuju kuningan, tak lupa kita semua berdo'a agar di berikan segala kemudahan dan keselamatan selama di perjalanan, semua perlengkapan di atur sedemikian rupa d dalam mobil agar kita semua terasa nyaman selama di perjalanan.
| Suasana Di Dalam Bus Mini #gratisan |
Di tengah perjalanan semua terasa Happy, maklum baru pertama kali anak-anak PT.TSTECH INDONESIA melakukan pendakian bersama, tak seperti pendakian-pendakian sebelumnya ketika mendaki paling anggota yg ikut serta sekitar 6-8 orang saja, kali ini yang ikut berpartisipasi sekitar 17 orang + 3 orang dari jakarta sahabat dari bung maman ghembel tepatnya anak mahasiswa SYAHID yang tergabung dalam satu kommunitas SEAT(Syahid Economic Adventure Team) Bung rahmat, Bung Fadli/Kamplenk dan Bung Agung.
| Tugu Desa Dusun kliwon #kampung_maman |
| Sarapan Nasi uduk #linggar_lati |
*Mengurus Simaksi TNGC
Pukul 7:00 wib persiapan telah matang untuk memulai pendakian, saudara maman Cs pun telah tiba di lokasi TNGC, bung Rahmat,bung Fadli dan bung Agung yang tergabung dalam kommunitas SEAT(Syahid Economic Adventure Team), juga ada bung Diaz Cs yang sudah tiba sebelumnya, peserta mendaki gunung ciremai yang mendaftarkan diri hari ini kebetulan sangatlah banyak, maklumlah hari libur panjang jadi para penggiat ketinggian berbondong-bondong berlibur, hitung-hitung refreshing ke gunung menghirup udara yang segar dan menikmati alam bebas yang begitu indah, tidak seperti di kota, suasana begitu membosankan dan penuh dengan asap kenalpot yang tidak menyehatkan tubuh.
Surat Perizinan Mendaki sudah beres dan kini kami siap mental dan fisik untuk mendaki ke puncak gunung ciremai.
| Menuju pos Cibunar |
| Jalan menanjak & beraspal Menuju Pos Cibunar |
| Go to Pos Cibunar |
*Go to Pos Cibunar
Berdo'a bersama Sebelum memulai aktifitas pendakian adalah hal utama yang selalu kita lakukan agar Alloh Swt memberikan segala kemudahan dan keselamatan di sa'at mendaki gunung ciremai.
Hati kecil ini bertanya-tanya "apakah saya mampu untuk mendaki sampai puncak gunung ciremai seperti tahun 2004 silam??? Yaah lakukan sajalah,, toh sekiranya tidak sampai puncak juga tidak apa-apa, wong saya juga sudah pernah melihat dan merasakan puncak gunung ciremai sebelumnya hehehe"
"Berangkaaaaaaat..." Semua peserta pendaki khususnya karyapala sangat besemangat menuju pos cibunar yang notabene jalur dari pos linggarjati menuju pos cibunar masih beraspal, Dari pos pendakian, perjalanan akan melintasi jalanan beraspal memasuki kawasan hutan Pinus dan persawahan hingga Pos Mata Air Cibunar (750 mdpl) di perkirakan perjalanan menuju pos cibunar memakan waktu paling cepat 30 menit.
![]() |
| Bang Andi Ngap-Ngapan hahaha |
Hadeeh baru beberapa menit perjalanan menuju cibunar ada yang tepar dan muntah-muntah #waduuuh.. "Siapa tuh mahkluk yang muntah-muntah??" Oooh ternyata bang andy setiadi #maklumFaktorUmur
Baru saja start sudah pada tepar di jalan, pos cibunar saja belum ketemu, wadduuh gimana ini? Bisa apa kita semua sampai puncak bareng-bareng? #semampunyasajalah
| Tepar Semua Di jalur |
| Lelaaah Kawaaaan |
Tidak sedikit pendaki yang tidak berhasil sampai puncak di karenakan kehabisan stock air.
![]() |
| Ambil Air Untuk Stock Mendaki Ke Puncak |
Tapi nanti dulu saya rasa ada yang aneh dengan rasa dan aroma air yang kita bawa,"kenapa ko air ini seperti rasa bau sabun pencuci tangan di PT???" #emmmmmmm,, ternyata ooh ternyata jerigen penampung air yang kita bawa adalah bekas tempat penampung hand soap(sabun pencuci tangan) pantes saja baunya nyengat sekali, ada rasa strawbery,lemon,jeruk dsb #dasaaarKoplak.. Mau tidak mau kita semua dari pos pendakian cibunar sampe puncak ciremai meminum dan memasak air untuk membuat kopi dan mi instant beraromakan buah-buahan hehehe eddaaan..
Sa'atnya menuju pos Leuweung Datar (1285mdpl)
![]() |
| Lihat Aboe isi Air Pakai Drigen Bekas Hand Soap #koplak |
![]() |
| Warung Ma ichi Pos Cibunar |
*Go to Pos Leuweung Datar 1285mdpl
Semua persiapan untuk mendaki telah selesai, karena peserta kita ada 20 orang maka di bagi beberapa kelompok, kelompok 1, kelompok 2 dan kelompok 3 sebagai team penyisir bang rahmat dan bung maman ghembel, team penyisir ini beguna untuk memantau para anggota karyapala di jalur pendakian, apabila ada yang tertingal atau tepar di jalur maka team penyisirlah yang akan ambil alih anggota untuk d arahkan dan meneruskan pendakian, team penyisir tepatnya berada di kelompok paling akhir, team penyisir bukanlah team yang terlemah, justru team penyisir inilah team yang paling kuat secara fisik dan mental serta berpengalaman lebih di bidang pendakian. Team kita di bekali alat komunikasi(HT) agar kita semua dapat terkoodinir dengan baik, "walaupun boleh pinjem sama PUK hahaha"
Bergegas tinggalkan Cibunar dan kita langsung berangkat melewati ladang penduduk berupa kebun kopi dan kawasan hutan pinus hingga memasuki Pos Leuweung Datar di ketinggian 1285 mdpl.
Leuweung Datar terletak di tengah-tengah hutan tropis. Selepas daerah ini lintasan mulai menanjak dan melewati area yang cukup datar sebagai camp yakni Sigedang dan Pos Condang Amis (1350mdpl).
kabut tebal tiba-tiba saja datang di sa'at kita beranjak menuju condang amis, bung rahmat pun memberikan intruksi kepada kawan-kawan agar cepat mengumandangkan adzan, konon menurut kepercayaan adat setempat apabila ada kabut tebal datang maka hendaklah mengumandangkan adzan agar kabut segera hilang. Alhamdulliaah setelah saudara zam-zam selesai mengumandangkan adzan tidak lama kemudian kabutpun hilang.
| Bang Yoyo & Bang Junet Main Hujan-Hujanan |
| Vanjul Cs Basah Kuyup Terguyur Air Hujan |
| Bang Komenk Cs Mendirikan Tenda Darurat |
| Hujan Lebat Di Tengah Pendakian |
Pendakian di lanjutkan setelah hujan mereda, jikalau hujan dalam jangka waktu lebih dari 1 jam maka kita akan tetap melanjutkan pendakian tanpa harus menunggu hujan reda, pada akhirnya hujan pun reda. Pendakian kami lanjutkan menuju Pos Kondang Amis.
| Pos Condang Amis |
| Horee Andi Berhasil Duduk di pos Condang Amis |
Setelah melewati Pos Condang Amis kita akan menuju Pos Kuburan Kuda, untuk sampai di Pos Kuburan Kuda di perlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Blok Kuburan Kuda berada pada ketinggian 1580 mdpl, merupakan lapangan datar yang cukup luas dan cukup teduh sebagai tempat perkemahan. Daerah ini dianggap keramat bagi masyarakat setempat. Di dekat jalur terdapat kuburan kuda.
Selepas Kuburan Kuda, jalur pun semakin curam dan kita akhirnya sampai di Pos Pengalap (1790 mdpl).
Di Pos pangalap inilah kita semua tidak dapat meneruskan pendakian, di karenakan langit sudah mulai nampak gelap gulita dan bersiap mencari lapak untuk mendirikan tenda guna istirahat di malam hari.
Di malam inilah tepatnya jum'at malam alias malam sabtu kita menginap di gunung ciremai, aktivitas di malam hari ini kita gunakan hanya untuk beristirahat saja agar besok pagi kondisi badan kita vit kembali dan berharap dapat melanjutkan pendakian hingga puncak gunung ciremai. Malam ini nampak tidak ada yang aneh, selepas makan malam kita bergegas masuk ke dalam tenda masing-masing, ada yang bermain kartu dsb.
| Mendirikan Tenda #pos pangalap |
Ummmm.. Akhirnya semua kegiatan pagi ini kelar juga, mulai dari senam pagi,isi perut,bongkar tenda sampai packing sa'atnya kita berangkat menuju pos berikutnya, kebetulan setelah Pos Pangalap itu adalah Tanjakan Seruni. Bismillaaah.. Go.. Goo.. Gooo...
*Go to Tanjakan Seruni 2080mdpl
Dengan sudut lintasan yang mulai membesar kita akan melewati Tanjakan Bin-Bin (1920 mdpl) dan semakin menanjak lagi ketika melewati Tanjakan Seruni.
![]() |
| Trek Tanjakan Seruni |
![]() |
| Pos Tanjakan Seruni 2080 mdpl |
Selepas Tanjakan Bapatere lintasan tetap menanjak hingga sampai di Batu Lingga dengan waktu tempu sekitar 2,5 jam. Batu Lingga (2400 mdpl) merupakan pos peristirahatan yang berupa tanah datar dan terdapat sebuah batu berukuran besar dahulunya tempat Wali songo bersolat dan berkotbah. Pos ini adalah tempat yang keramat, konon pawa Wali sering mengadakan pertemuan di tempat ini menurut kesaksian para pendaki kehadiran para wali ini ditandai dengan gumpalan cahaya yang terbang di tempat ini.
Meninggalkan kawasan Batu Lingga lintasan tetap menanjak. Di tengah perjalanan pendaki akan menemui dua pos peristirahatan berupa tanah datar yakni Sangga Buana Bawah/Sangga Buana Satu(2545 mdpl). Nah di sinilah bang andi fisiknya mulai ngedrop berat, sekujur tubuhnya mulai aga dingin karena memang cuaca mendung dan hujan rintik-rintik, kawan-kawan kelompok pertama sudah tiba di Sangga Buana Atas/Sangga Buana Dua dan bersiap mendirikan tenda, hujan pun turun semakin deras hingga kita semua melebarkan playsit ramai-ramai agar tidak kehujanan, beberapa menit kemudian hujan pun berhenti dan kita siap untuk kembali mendaki menuju Pos Sangga Buana Dua, tiba-tiba saja ketika kita bersiap akan mendaki bang andy mengalami keram,
Komenk:"kenapa blay??"
Andy: "tunggu-tunggu.. Jempol kaki gw keram.. Ya sudah kalian naik dan teruskan saja pendakian, gw tetap di sini, gw ud ga kuat lagi,,"
Wadduuh,, di sinilah kekompakan kita sedang di uji, tenda hanya tersisa satu yang lain sudah di bawa semua ke atas, hemmm gimana nih?? Kalo di pasang di sini tentu saja tidak muat karena anggota lebih dari empat sedangkan tenda hanya berkapasitas empat orang saja, ya sudah mau ga mau kita suport bang andi agar mau mendaki menuju Sangga Buana Dua karena kawan-kawan di sana sudah menunggu, akhirnya bang andi pun berhasil kami bujuk dan mau melanjutkan pendakian, walaupun berjalan terbata-bata dan akhirnya di tengah perjalanan kami teriaki kawan-kawan yang ada di Sangga Buana Dua untuk meminta pertolongan untuk menolong bang andi,
Apri: JuuuuuuL.. Tooolooooong.. Andi Sekaraaaat...
Komenk: Woooooooy... Hauuuus.. Bawa makanan dan minumaaaaan..
Aksi kami berhasil, vanjul dan kawan-kawan yang ada di atas seketika itu juga turun untuk segera memberikan pertolongan kepada andi, kebetulan juga ada rombongan Diaz dkk yang baru saja turun dari puncak ciremai sambil membawa air aqua dan sebongkah roti, saya,apri dan yang lainnya di kasih roti dan air oleh beliau.. #thanksbrother
Tak lama berselang kami pun sampai di Pos Sangga Buana Dua, beristirahatlah kita semua di Sangga Buana Dua, akhirnya pendakian di hari ke dua pun tak sampai puncak ciremai karena team kami mengalami berbagai kendala, mulai dari faktor cuaca sampai faktor fisik juga faktor U (Umur) hahaha
Tenaaaang puncak ciremai tinggal beberapa jam lagi kita jamah #sabaaarbrotheeer
Matahari mulai tak nampak, cuaca semakin dingin, acara masak memasak pun telah di mulai, rencana awal membuat dapur umum di urungkan karena tidak mendapatkan tempat yang cukup memadai untuk membuat dapur umum, ya sudah masak ala kadarnya saja yang penting perut tidak kosong.
Malam ni mudah-mudahan tidak ada yang aneh seperti malam sebelumnya, sook yang malam ini mau begadang main kartu atau hanya sekedar bersenda gurau sampai malam terseraaah,, nikmati malam mingguan kalian kali ini di gunung ciremai hahaha
Rencana mendaki ke puncak ciremai pun ada beberapa opsi, ada yang ingin ke puncak sebelum matahari terbit, ada pula yang ingin ke puncak sebangun tidur paginya saja, ada pula yang malah tidak tahu rencana ke puncak mau berangkat jam berapa? #hadeeeh
Saya mendengar sebagian kawan-kawan ada yang akan mendaki ke puncak jam 3:00 wib #wooowgilaaa
Pagi buta bangeeet,, enak-enaknya molor jam segitu mah kawan..!!
Terserahlah saya mah mnding molor, cape and ngantuuuk malam ini..
Pukul 9:00 wib bung vanjul tiba-tiba masuk ke tenda saya dan mengajak saya dan kawan-kawan yang ada di dalam 1 tenda dengan saya untuk mendaki jam 3 pagi, sontak saya terkejut mendengar rencana tersebut,,
Vanjul: Cuy lo mw ikutan g muncak jam 3 pagi bareng anak-anak?
Ukon: Jul gw si terserah, kalian mau berangkat ke puncak jam 3 pagi atau bahkan jam 2 pagi sekalipun, namun apakah rencana tersebut sudah di rundingkan dengan kawan-kawan yang lain terutama team penasehat bang yoyo dan bang junet??
Vanjul: klo anak-anak si ud, tapi klo k penasehat blom,,
Ukon: ya sudah klo gitu lo komfirmasi dulu ke penasehat sana..
Vanjul: oke
Bergegaslah vanjul merapat ke tenda bang yoyo dan bang komenk.. Tak lama berselang vanjul pun datang lagi ke tenda,,
Vanjul: Cuy bang yoyo,bang junet dan komenk ud pada tidur, ga enak banguninnya
Ukon: Ya ud, besok pagi gw kasih tau deh ke mereka.
Sebenernya saya sudah tau kalau mereka sudah pada tidur, laah orang di tenda mereka sudah terdengar suara nynyian tengah malam ko alias Ngorook hahaha #ngooookngoooook
Pukul 2:30 wib terdengar suara percakapan kawan-kawan di luar tenda yang sudah bangun dan bersiap menuju puncak gunung ciremai. Yang saya dengar paling lantang suaranya justru bang andi #woooow
Gileee tuh orang kemaren ngap-ngapan di jalur pendakian, lho ko sekarang malah paling duluan ajakin anak-anak ke puncak #ckckck
"Lanjut molooor aaaah..!!!"
Bang yoyo, bang junet, bang komenk, maman, bung rahmat, bung fadli, bung agung masih tertidur lelap di dalam tenda, saya pun lanjut memejamkan mata dan kiranya dapat bangun pagi untuk memberitahu kawan-kawan yang sudah muncak pada jam 3 pagi.
Pukul 6:00 wib terdengar suara bang yoyo,bang junet dan bang komenk, waah rupanya sudah bangun mereka, saya langsung bangun dan menuju tenda para penasehat untuk memberitahu perihal vanjul Cs jam 3 pagi menuju puncak. Emmmm,,, ternyata penasehat kecewa, kenapa tidak di meetingin terlebih dahulu kalau mau ke puncak,, saya coba jelaskan kejadian semalam, dan mereka faham namun lain kali kejadian seperti ini tidak terulang kembali..
"Sreeeeeet" suara sleting tenda maman Cs bunyi dan Munculah bung rahmat dan langsung bercakap dengan saya.
Bung rahmat: kawan-kawan yang berangkat pagi apakah sudah makan??
Me: waduuh saya kurang tau bang, sepertinya si blum,,
Bung Rahmat: haduuuh,, nekat banget ya kawan-kawan kita, masa mau ke puncak ga makan dulu, bahaya itu,, bukan apa-apa klo perut kosong itu ga bagus pada sa'at mendaki, apalagi cuaca dingin seperti ini..
Me: ya mungkin mereka bawa perbekalan kali bang buat muncak, seperti roti, mi instant dsb
Bung Rahmat: ooh, ya ud syukur deh klo gitu mah, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa
Me: iya bang, semoga saja mereka sampai puncak dan turun kembali dengan selamat
Kami orang-orang yang tersisa di Sangga Buana menyibukan diri, memasak untuk sarapan pagi, mengeringkan kaos kaki dan menghangatkan tubuh dengan kompor gas, di sini kita tidak sempat untuk membuat api unggun karena cuaca dari hari pertama mendaki sudah hujan dan ranting-ranting menjadi basah, sulit untuk membuat api unggun.
Matahari mulai menyinari Sangga Buana, kita semua orang yang tersisa segera bergegas menuju puncak dan hanya 1 orang saja yang di tinggalkan di Sangga Buana untuk menjaga tenda serta perlengkapan yang lainnya, yakni bung agung junior SEAT yang di tugaskan menjaga oleh seniornya SEAT yakni bung Rahmat, sebelum kawan-kawan karyapala Vanjul Cs belum sampai Sangga Buana bung agung tidak di perbolehkan untuk berangkat menuju puncak ciremai #kasianDehBungAgung
*Go to Puncak Ciremai 3078 mdpl
Bung Rahmat sebagai penunjuk arah berada di depan dan di ikuti oleh saya sendiri(furqon), Bang Yoyo,Bang Junet,Bang Komenk,dan sebagai sweeper Bung Fadli(Kamplenk SEAT).
Beberapa menit berjalan menuju puncak kami telah memasuki batas vegetasi antara hutan dengan daerah terbuka, masih ada 1 pos lagi yang harus kami lewati yakni Pos Pengasinan. Pos Pangasinan berada pada ketinggian (2860 mdpl) merupakan pos terakhir, di pos ini tempatnya aga luas sehingga cukup untuk membuka belasan tenda, meskipun lokasinya agak berbukit-bukit.
Tinggal team wolles yang kini gantian meluncur menuju puncak ciremai #semangaaaaaaat..
Kurang lebih 1 jam akhirnya kita mendarat juga di Pos Pengasinan #alhamdulillaah.. Di Pos ini banyak sekali para pendaki yang mendirikan tenda, sampai-sampai ada yang mendirikan tendanya di tepi saluran air #emmmmmBahayaBrotheeer..
Di sini kita tak bisa belama-lama berhenti karena mentari sudah mulai memancarkan panasnya dan harus sampai puncak sebelum jam 12 siang. Cuaca di puncak ciremai masih labil di musim seperti ini, kadang cerah kadang berkabut kadang juga hujan, maklum team wolles sudah berumur semua, dengkulnya ud pada mulai soak dikit jadi kalau mendaki tidak jauh beda dengan keong hahaha #pelanTapiPasti
Sepertinya bang junet sudah ga kuat naik lagi ni, mukanya sudah pucat kemerahan, tanda angkat bendera putih hahaha.. Untung saja ada bung fadli(kamplenk) yang menjadi team sweeper yang selalu memotifasi bang junet agar terus berjuang menuju puncak ciremai,, alhasil semua usaha bung fadli tak sia-sia, bung junet Cs berhasil menggapai Puncak Ciremai di ketinggian 3078mdpl #kreeeeen...
| Karyapala Adventure-Puncak Ciremai 2013 |
| Puncak Ciremai 3078 mdpl #team wolles |
Saya yang kebetulan baru saja melaksanakan akad nikah pada tanggal 3-3-2013 bersyukur sekali, karena sungguh tidak mengira akan sampai Puncak Ciremai untuk yang ke 2 kalinya #alhamdulillaah..
Bagaimana dengan kawan-kawan yang belum pernah mendaki Gunung Ciremai, mampukah kalian menggapai puncak gunung tertinggi di jawa barat ini??? Coba dan Lakukanlah kawan..
Bang junet sibuk memasak, bang yoyo sibuk mengatur nafas, bang komenk sibuk memandangi alam di sekitar, bung maman sibuk mencari view untuk berfoto ria, bung rahmat sibuk bersua dengan para pendaki lain, bung fadli sibuk dengan gadgetnya dan saya sendiri(furqon) sibuk memfotret dan merekam video semua kegiatan kawan-kawan untuk dokumentasi karyapalaadventure.blogspot.
Oh ya sorry saya sampai lupa, bung agung ternyata menyusul sendiri sambil membawa keril beserta beberapa bongkah makanan dan minuman, salut buat bung agung, dari Sangga Buana Dua sampai puncak cuma kurang dari 1 jam saja.
Beruntung cuaca cerah pada sa'at kami mendaki menuju puncak. Terkadang hujan deras sering muncul di puncak sehingga aliran air terkucur dari atas membasahi para pendaki.
Di puncak pendaki kita bisa memandang melihat kota Cirebon dan laut Jawa, kapal-kapal besar nampak di kejauhan. Ke arah timur tampak gunung Slamet dengan puncaknya yang tertutup awan.
Puncak gunung Ciremai memiliki kawah yang sangat curam dan sangat indah, pendaki yang nekad sering turun ke kawah untuk membuat tulisan di atas lumpur kawah. Peziarah sering datang untuk berdo'a di puncak ini. Mereka mendaki dengan berpuasa dan makan bekal nasi bungkus setelah tiba di puncak. Bandingkan peziarah dengan para pendaki gunung yang setiap saat makan dan minum saja kadang masih juga tidak sampai puncak.
Banyak sekali pendaki yang hanya berkemah di pertengahan pos dan tidak sanggup meneruskan perjalanan ke puncak, karena medan yang berat dan susahnya air, dan kembali turun, untuk itu persiapkan bekal yang berlebih dan bawalah tenda. Karena kemungkinan besar perjalanan akan tertunda, sehingga harus bermalam di tengah pendakian.
Sudah waktunya untuk turun gunung, jam menujukan Pukul 11:00 wib. Mudah-mudahan sebelum matahari terbenam di upuk barat kita semua sudah tiba di Pos Cibunar #aamiin.
Perjalanan pada sa'at turun tentu berbeda dengan perjalanan pada sa'at mendaki ke atas puncak ciremai, tidak mudah lelah namun beban kini berpindah dari pundak ke lutut kaki atau daerah kaki, dari lutut ke bawah hingga ujung jari-jari kaki, pada sa'at turun justru lebih banyak resikonya di bandingkan pada sa'at mendaki, resiko pada sa'at turun itu seperti mudah cidera, keram hingga terjatuh. Tidak sedikit dari kawan-kawan karyapala pada sa'at turun mengalami banyak kendala, mulai dari kategori cidera ringan hingga cidera berat, kehabisan persediaan air dsb.
Untuk itu di himbau agar kalian semua para pendaki pada sa'at turun agar lebih berhati-hati dan lebih waspada.
Kurang dari 1 jam bagi kita turun dari Puncak menuju Pos Sangga Buana, segera kita semua beres-beres, packing semua bawa'an dan langsung turun menuju Cibunar, kawan-kawan kelompok 1 dan 2 telah terlebih dahulu turun, cuma tinggal aboe dan bung beler saja yang menunggu kami di Pos Sangga Buana dan ikut serta turun bareng bersama kami.
Sepertinya pejalan kami untuk turun menuju Cibunar akan lebih menantang di bandingkan pada sa'at mendaki menuju puncak, di karenakan persediaan logistic(makanan & minum) hanya tinggal sisa yang mungkin menurut perkira'an saya untuk air minum bahkan kurang, persediaan air tinggal sedikit dan kita harus benar-benar irit dalam menggunakan air, saya berharap akan turun hujan pada sa'at kami turun agar kami semua dapat menampung air hujan untuk menambah persedia'an stock minum.
Cuaca di tengah hutan mendung namun tidak juga kunjung turun hujan, kadang kala turun kabut secara tiba-tiba dengan jarak pandang kurang dari 7 meter, seperti biasa ketika turun kabut segera kumandangkan adzan agar kabut segera hilang menyelimuti perjalanan pendaki, bang junet memerintahkan saya untuk adzan, saya pun adzan walaupun kaki ini gemetar, gemetar bukan karena takut namun karena tenaga sudah mulai terkuras di sertakan perut yang sudah mulai kosong tanpa isi.
Di tengan perjalan turun kami berharap akan bertemu pendaki yang akan turun ataupun naik untuk meminta sedikit air guna menghilangkan rasa haus ini. Alhamdulillaah ada beberapa kelompok pendaki yang yang kita jumpai dan berbagi air dengan kita, Sesama pendaki memang semestinya saling berbagi, tidak boleh pelit karena kita semua para pendaki adalah bersaudara.
Di sekitar Pos.. Ada pohon besar yang tumbang, namun di bagian atas. Pohon tersebut terlihat jelas genangan air yang di tampung dengan lembaran plastik berukuran kurang lebih 60cm persegi, seperti layaknya kita melebarkan playsit di setiap sudut di ikatkan tali di batang pohon. Seketika itu juga kawan-kawan segera menghabiskan sisa persediaan air minum yang masih ada, agar botol penampung air tersebut akan kita isi dengan air yang kita lihat bersama-sama. Semua persediaan telah habis di minum kawan-kawan, botolpun di berikan ke saya, saya langsung berdiri di atas batang pohon dan berjalan menuju genangan air tersebut, hanya dengan beberapa langkah kaki akhirnya sampai juga saya di tempat penampungan air, namun saya kaget "astahgfirulloooh.." Ternyata penampung air tersebut kosong dan tidak ada airnya sama sekali, sampai kawan-kawan pun tidak percaya, Oooh my god.. Kawan-kawan yang berharap banyak mendapatkan air itu hampir tidak percaya dengan apa yang saya katakan, bahwa di platik ini tidak ada airnya, secara perlahan dengan rasa kecewa saya melangkahkan kaki balik menuju ke tepian, Persediaan air sudah d habiskan bersama-sama, perjalanan turun ke Cibunar masih jauh #emmmmm... Cuma 1 pinta kita agar segera turun hujan secepatnya. Ooh hujan tak kunjung juga turun,, saya dan komenk hingga mengisap setiap ada daun yang kita jumpai, berharap ada sedikit air yang menempel di dedaunan sisa-sisa embun pagi ataupun sisa air hujan yang menempel di daun, baru kali ini hiking bener-bener kehabisan stock air, Saya yakin akan hadir kebaikan Alloh hari ini.
Di balik segala kesulitan pasti ada kemudahan, selangkah demi selangkah kami berjalan sambil berdo'a di dalam hati semoga Alloh menurunkan hujan sore ini, do'a yang kami panjatkanpun membuahkan hasil, gemericik air dari langit mulai mengguyur gunung ciremai di jalur pendakian linggar jati #Alhamdulillaah
Plastik telah kami persiapkan lalu di bentangkan lebar-lebar untuk menampung air sebanyak-banyaknya ke dalam botol, komenk Cs mencari guyuran air di dedaunan sambil membuka lebar-lebar mulutnya agar dahaga haus yang di alami pudar seketika. Kini air pun berhasil kita dapatkan dan kebetulan kawan-kawan sudah dari Sangga Buana belum makan, maka saya buka tas dan keluarkan semua isi makanan yang ada, roti, chiki dan mi instant pun kami lahap bersama, lumayan untuk mengganjal perut yang kosong. Stock makanan di kami terbilang masih lumayan banyak namun kami tidak berani memakannya karena stock persedia'an air sangat sedikit, jikalau kita makan roti pasti tenggorokan akan tersendat dan akan butuh air banyak untuk di minum, maka dari itu kami tak berani sembarang memakan sisa makanan yang kami bawa.
Langit semakin gelap dan kita belum juga sampai Cibunar, kawan-kawan kemungkinan besar sa'at ini sudah berada di Cibunar, bahkan mungkin sudah berada di Pos Pendaftaran Linggar Jati..!! Semoga saja kawan-kawab tetap sabar menunggu kedatangan kami team wolles.
Bang yoyo nampaknya sudah letih, beliau ajak tukeran tas keril Avtech 80ltr dengan tas daypack Consina saya, kita saling bergantian membawa tas, woow ternyata tas keril bang yoyo jauh lebih berat dari tas daypack yang saya bawa hahaha..
Kasian kawan kita bang junet, lututnya cidera 1 demi 1 hingga ke 2 lutunya sulit untuk di bawa untuk berjalan, akhirnya kami berjalan dengat sangat amat santai hingga akhirnya kami sampai juga di Pos Condang Amis dan beristirahat sejenak di shelter bersama pendaki dari berbagai daerah, tiba-tiba ada yang memberitahu bahwasanya di dekat daerah ini ada mata air yang dapat kita ambil untuk di minum, ada 3 orang pendaki asal cirebon yang kebetulan tau dimana tempat mata air itu berada, mereka mengajak kami untuk mengambil air bersama, saya dan aboe lah yang ikut mereka mengambil air sambil membawa beberapa botol aqua besar.
Jalur sumber mata air melewati belakang shelter, 3 orang pendaki asal cirebon berada di depan sebagai penunjuk jalan membawa hanya satu lampu centre, lalu aboe dan saya mengekor di belakang sambil membawa Aqua dan 1 lampu centre power bank. Perjalanan menuju sumber mata air kurang lebih sekitar 30 menit, beberapa menit kami berjalan kami melewati pohon yang memiliki batang berduri, hingga kami harus berhati-hati agar tidak tersangkut di pohon tersebut, di sisi kanan jalan ada tebing dan sisi kiri jalan jurang, jalan begitu gelap dan sesekali kami terpleset dan terjatuh di tengah jalan berbatu, 30 menit sudah kita melewati jalan berbatu dan berliku hingga akhirnya kami menemukan air untuk di minum, ternyata ini bukan sumber mata air, ini adalah sungai yang konon katanya ternyata tempat minumnya hewan buas yakni macan yang berada di habitat Gunung Ciremai #ckckck.. Kalau saja saya tau dari awal bahwasanya tempat mengambil air tersebut adalah tempat minum binatang buas Gunung Ciremai, di kasih upah Rp50000 juga kaga bakalan mau #makasih..
Air sudah kami dapatkan kembali untuk stock di perjalanan, nampaknya semua sudah siap untuk lanjut menuju Cibunar, langit semakin gelap, beruntung malam ini tidak turun hujan, bersama kawan-kawan pendaki dari jakarta kami lanjutkan turun gunung, namun nampaknya kawan-kawan dari jakarta lumayan banyak dan kekurangan alat penerangan hingga ikut mengekor dengan team karyapala.
Di tengah perkebunan kopi kami beristirahat sejenak karena kaki bang junet dan bang yoyo cideranya semakin tambah parah, kawan-kawan dari jakarta pun segera meninggalkan team wolles dan melanjutkan perjalanan dengan lampu centre ala kadarnya, semoga kawan-kawan pendaki dari jakarta selamat sampai sampai tujuan. Di sela perjalanan kami juga bertemu kawan pendaki lain yang sedang beristirahat menunggu kawan mereka yang masih ada di atas, kebetulan di antara mereka ada yang kurang sehat dan membutuhkan air, bung bheler pun memberikan air yang di bawa, air yang barusan kami ambil dari sungai di berikan kepada pendaki yang sedang kurang sehat, karena terlihat mereka sepertinya sangat membutuhkan banyak air untuk perjalanan menuju turun menuju Cibunar, maka bung bheler pun bertanya kepada aboe yang berada di belakang
Bheler: boe air di aqua masih ada??
Aboe: ada bang..!!
Bheler: oooh..
Bung bheler langsung memberikan air yang tadi saya ambil di sungai pakai aqua besar, air dalam aqua langsung di berikan semua ke kawan yang sedang sakit, kasian yang sakit ternyata pendaki perempuan.
Dalam hati kecil ini ada tanda tanya besar "kenapa air di aqua itu di kasih semuanya???" Perasa'an air yang di aqua sudah ga ada lagi deh..!! Tak berapa lama saya haus dan minta air minum ke bung bheler,
Me: bang minta air dong..!!
Bheler: noh di belakang sama si aboe
Me: ok.. "Aboe minta air dong.."
Aboe: lah kaga bawa air gw
Me: kata bheler lo bawa
Aboe: beneran kaga, kan gw kasih bheler airnya
Kita semua berhenti sejenak, bingung kenapa air tidak ada..?
sepertinya ini ada mis komunikasi anatara bung bheler dengan aboe pada sa'at tadi bung bheler memberikan air aquanya ke pendaki yang sedang sakit, kenapa tadi bung bheler memberikan semua air aqua ke orang lain?? Ternyata menurut bung bheler air masih ada tersisa di aqua besar 1 botol lagi di belakang tepatnya di saudara aboe, dan sebenarnya di saudara aboe tidak ada air cuma ada oksigen saja dan gas, kemungkinan aboe salah mendengar pada sa'at bung bheler bertanya "boe air masih ada??" Terdengar di telinga aboe mungkin"boe gas masih ada??" Naah loh..!! Setelah di selidiki benar adanya seperti apa yang saya perkirakan, maklum aboe sudah teramat lelah jadi telinganya aga konslet sedikit hahaha..
Rasanya semakin tak sabar untuk segera sampai Cibunar dan melepaskan lelah dan letih ini, suara kendara'an yang berlalu lalang serta suara sholawatan dari mesjid yang berada di linggar jati mulai terdengar, itu tandanya Cibunar semakin dekat. Ada yang aneh rasa-rasanya!!! Sepertinya jalan yang kami lalui ko tak kunjung selesai, kami sudah lewati 1 warung bercat putih di sisi kiri jalan daerah perkebunan pinus, harusnya setelah kita lewati warung tersebut kita sudah sampai di Cibunar, lalu tiba-tiba setelah kita terus berjalan melewati warung kenapa ada lagi muncul warung bercat putih di sisi jalan perkebunan pinus, hingga akhirnya bang junet dan bung beler sampai-sampai adu argument.. Bang yoyo dan bang komenk langsung menghentikan perdebatan ke 2nya dan memerintahkan agar tetap terus melanjutkan perjalanan. Kini telah terdengar suara teriakan kawan-kawan karyapala Vanjul Cs dan kami pun sambut teriakan kawan-kawan di Cibunar hingga mereka (vanjul cs) berlarian menyambut kami semua di sertakan dengan membawa beberapa botol air minum. Kita semua sampai di Cibunar dengan selamat #alhamdulillaah
Perut teramat lapar, ma ichi pun segera membuatkan kita makan malam serta teh manis hangat,, kawan-kawan yang sudah setia stay menunggu kami di Cibunar segera merapat ke pos pendaftaran linggar jati guna membuat laporan ke pihak TNGC menaiki ojeg. Tas kami semua di bawa bersama vanjul cs untuk di masukan ke dalam mobil, karena bapak surip sudah menunggu lama di pos pendaftaran TNGC. Makan malam terasa nikmat sekali walaupun hanya dengan lauk pauk seadanya, makin hikmat dengan celotehan kawan-kawan pada sa'at turun gunung.
Maman ghembel Cs belum juga kelihatan batang hidungnya di cibunar, karena maman tidak ikut balik dengan rombongan kami ke cikarang, maka kami terpaksa balik tanpa menunggu saudara maman Cs tiba. Bang Mat,bung Kamplenk dan bung agung ma'af kami balik duluan karena besok pagi kami mesti masuk kerja, titip maman dan jangan buat ia menderita, karena hidupnya sudah cukup menderita #elusdada
Sa'atnya Turun Gunung dari Cibunar menuju Pos Pendaftaran TNGC, abang ojeg pun siap tarik gas, namun sepertinya mengerikan sekali naik ojeg ini, motor yang di gunakan tahun tua dan nampak kurang terawat, dengan kondisi jalan berliku dan naik turun seperti ini menghawatirkan sekali, lampu utama/depan saja mati, abang ojeg hanya menggunakan lampu centre untuk penerangan jalan, itu pun saya sang penumpang yang di suruh memegang centrenya, mending centernya besar dan terang, laah centre kcil gini dan redup pula, hadeuuuuh iseeeeng.. Di sepanjang jalan tidak ada lampu penerangan jadi anda bisa bayangkan suasana di jalan tanpa penerangan seperti apa?? Sudah pasti Gelap Gulita.. #ampuuuuun..
Kurang lebih 15 menit perjalanan menuju cibunar bersama tukang ojeg super gokil, tiba juga di pos pendaftaran TNGC dengan selamat #alhamdulillaah
Semua urusan di pos sudah di selesaikan sama bung andi, sebagian kawan-kawan sibuk mencari hemblem/bordiran dan stiker Gunung Ciremai serta aksessories lainnya untuk di jadikan sekedar oleh-oleh/buah tangan.
Tepat jam 10:00 wib go to tstech cikampek, "lho ko ke cikampek bukan ke cikarang???" Karena mobilnya mau di pake menjemput karyawan tstech cikampek.. #oooooh
Selamat tinggal Ciremai yang sangat mengesankan,, perjalanan dari pos linggar jati kuningan jawa barat menuju tstech cikampek kurang lebih 7,5 jam, kondisi di jalan macet parah, musim liburan lagi-lagi menjadi faktor utama penyebab macet di jalan.
Ada sedikit kenang-kenangan tak terlupakan rupanya di benak saya, pada sa'at melewati daerah cikampek kalau tidak salah mobil kita melawan arah, karena jalan memang sangat macet, yang melawan arah bukan cuma mobil kita saja namun banyak sekali mobil yang lawan arah, kita kan cuma ikut-ikutan doang..!! daaaan tertangkap Bapak Polisiiiii, di tilang doong??? #Asyiiik.. Dan pada akhirnya di Damaikan oleh bapak surif Rp50000 saja hahaha.. Tenang uang pak surif kite ganti ko.. #wolles aja..
Tiba di tstech cikampek pukul 5:30 wib, suasana tstech cikampek lumayan hening. Anak-anak PKWT zam-zam Cs langsung berangkat menbuju cikarang untuk kembali bekerja seperti biasa, sedangkan kami menunggu bang yoyo ambil mobil di rumah, sekitar pukul 7:50 wib tiba di depan tstech cikarang dan kembali bekerja seperti biasa, bagi yang cuti balik ke rumah.
Mohon ma'af apabila dalam blog kali ini ada kawan-kawan yang merasa tersinggung, karena blog ini tentang perjalanan yang benar-benar saya rasakan mulai dari awal hingga akhir pendakian tanpa di buat-buat dan di lebih-lebihkan.
Mudah-mudahan ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik di blog ini dan mohon untuk kawan-kawan khususnya Karyapala dapat memberikan masukan juga keritikan yang membangun.








