Posted by: Furqon | Karyapala adventure | 8 Maret 2014 Jam 22:45 wib
Gunung Slamet adalah
gunung tertinggidi Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi kedua di
Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 mdpl. Pada masa penjelajahan dunia
yang pertama Sir Frances Drake, seorang pelaut Inggris pada tahun 1580,
ketika itu melihat Gunung Slamet dan segera mengarahkan perahunya dan
berlabuh di Cilacap.
Gn. Slamet dapat didaki melalu tiga jalur, lewat jalur sebelah Barat
Kaliwadas, lewat jalur sebelah selatan Batu Raden dan lewat jalur
sebelah timur Bambangan. Dari ketiga jalur tersebut yang terdekat adalah
lewat Bambangan, selain pemandangannya indah juga banyaknya kera liar
yang dapat ditemui dalam perjalanan menuju ke puncak slamet. - See more
at:
http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html#sthash.TGHx5acv.dpuf
Sumber:
http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html
Muhammad Chamdun
 |
| Summit Mt.Slamet 2013 |
Gunung Slamet (3,432 ) adalah gunung tertinggi di Jawa setelah Gunung
Semeru di Jawa Timur, berbentuk kerucut/Strato serta memiliki kawah yang
masih aktif dan luas. Letusan besar terakhir terjadi pada tanggal 13
juli 1988, yang menimbulkan lidah api dan semburan lava pijar setinggi
300 meter. Gunung Slamet terletak di perbatasan Kabupaten Purbalingga,
Banjarnegara, Banyumas, dan Brebes. Dengan posisi geografis 7°14,30' LS
dan 109°12,30' BT.
Untuk mencapai puncak Gunung Slamet, kita bisa melalui beberapa jalur:
dari Utara via Gambuhan-Jurangmangu, dari Selatan via Baturaden-Gunung
Malang, dan Timur via Bobotsari - Bambangan. Jalur yang paling dekat dan
lebih aman, adalah dari Bambangan dan Jurangmangu, yang merupakan jalur
yang dianjurkan, sedangkan jalur Baturaden sebaiknya dihindari karena
banyak ditumbuhi rumput-rumput liar dan medannya terjal serta berbahaya, dan kebetulan kami memutuskan untuk mendaki gunung slamet melalui jalur Bambangan.
*Go to Gunung Slamet-Jawa tengah
Pada tanggal 16 agustus 2013 kawan-kawan karyapala mengadakan pendakian ke gunung guntur (garut jawa barat), dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia di puncak gunung guntur, dan kebetulan saya tidak ikut serta dalam event tersebut karena saya sendiri akan mengadakan event pendakian ke jawa tengah tepatnya ke Gunung tertinggi di jawa tengah, gunung tertinggi ke 2 di pulau jawa setelah Gunung Semeru.
Akhirnya rencana saya kini terealisasikan, kawan-kawan yang ikut serta dalam event mt.slamet kali ini pun lumayan banyak, dan ada anak baru yang kali ini ikut berpartisipasi ikut serta dalam event mt.slamet (dede prod), serta ada juga peserta yang ikut serta berasal dari luar karyapala (ariz bhewok sohib zam-zam).
*Peserta Pendakian Gunung Cikuray 2013
1.furqon
2.ndaru/emon
3.samsudin/mi'un
4.zam-zam
5.didi
6.aboe
7.maman/ghembel
8.budi/movic
9.dede
10.ariz/bewok
Dari 10 peserta kita bentuklah kelompok yang masing-masing 1 kelompok 2 orang, masing-masing kelompok akan mendapatkan tugas yang berbeda-beda, dan mudah-mudahan semua bergerak sesuai dengan tugasnya dan tidak mengandalkan 1 dengan yang lainnya.
Pembagian Tugas Event Mt.Slamet 2013
1.transportasi: furqon & emon
2.peralatan/perlengkapan: aboe & zam-zam
3.p3k: mi'un & didi
4.konsumsi: dede & bhewok
5.dokumentaasi: budi & maman
*Jum'at 11 Oktober 2013
Jarum jam tepat di arah angka 8 dan tibalah sa'atnya peserta event mt.slamet bersiap menuju jawa tengah dan berkumpul di pos security 2 PT.TsTech Indonesia kawasan ejip plot 7D cikarang selatan-bekasi.
Semua kawan-kawan karyapala telah berkumpul dan hanya 1 orang saja yang belum juga datang yakni saudara budi, karena masih dalam proses pengawasan atasannya. Mobil travel yang kami carter sudah stand bay di depan gerbang dan siap meluncur deras menuju Gunung Slamet Jawa Tengah.
Pukul 20:30 wib semua perlengkapan sudah masuk ke dalam mobil, semua peserta berdo'a bersama agar di berikan keselamatan dan kemudahan di dalam perjalanan menuju bambangan jawa tengah, di tengah perjalanan kami berhenti di sebuah mini market untuk membeli makanan dan minuman.
 |
| Shoopin Kaum Kusam |
Perjalanan dari cikarang menuju bambangan jawa tengah memakan waktu kurang lebih 8 jam, dan tepat pukul 06:00 wib kami tiba di pos pendaftaran Gunung Slamet, walaupun nyasar-nyasar di pasar namun akhirnya Alhamdulillaah sampai juga dengan selamat di daerah Dukuh Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja.
 |
| Base Camp Gunung Slamet |
 |
| Pondok Pemuda Pendakian Gunung Slamet |
Basecamp ini kalau tidak salah adalah kediaman Bapak Sugeng, berikut contact personnya
bagi yang butuh 085726000335 itupun kalau masih aktif. Bagi saya ini adalah base camp terbaik
sejauh pengalaman mendaki gunung. Selain rumahnya bersih, rapi, dan
nyaman, makanannya juga enak serta murah. Dan yang pasti tuan rumahnya
sangat ramah bagi kami para pendaki.
Tidak jauh dari base camp gunung selamet kita akan menjumpai sebuah bangunan berwarna hijau yakni Gedung Pondok Pemuda Pendakian Gunung Slamet, tempat ini boleh di pergunakan untuk beristirahat para pendaki apabila cuaca hujan.
Setelah aklimatisasi, mengisi perut, registrasi, re-packing, dan berdo'a,
maka perjalanan menuju puncak tertinggi di Jawa Tengah pun kami mulai
sekitar pukul 07:00 wib. Sekitar 5 menit berjalan gerbang pendakian Gunung Slamet menyambut perjalanan kami. Seperti biasa di kebanyakan gunung pemandangan yang kami temui di awal
pendakian adalah perladangan penduduk. Trek masih cukup landai berupa
jalan tanah. Sekitar 20 menit berjalan perladangan mulai habis dan kami
menemui lapangan sepakbola.
 |
| Trek Awal hingga lapangan Bola |
Selepas lapangan sepakbola, trek mulai menanjak dengan vegetasi
hutan pinus yang masih cukup lebat. Sekitar 45 menit sampailah kami
di Pos 1 Pondok Gemirung, disini sudah cukup banyak pendaki yang
memutuskan untuk menginap. Maklum saja di Pos 1 ini sudah berdiri
bangunan permanen dari seng sehingga membuat nyaman dan aman baik dari
hujan maupun angin.
 |
| Zami,Didi,Mama,Mi'un,BUdi |
 |
| Furqon,Emon,Aboe |
| | |
| Pos 1 Gamirung |
Hari semakin siang, suasana sudah mulai gelap karena sudah memasuki hutan dan udara terasa semakin
dingin. Sekitar 1 jam perjalanan kami pun sampai di Pos 2 Pondok
Walang. Pos 2 merupakan satu tanah lapang di bawah naungan tegakan
cemara gunung, disini bisa untuk mendirikan beberapa tenda. Kami
berhenti sejenak untuk makan, mencharge tenaga karena kondisi fisik
sudah mulai menurun. Beberapa menit kemudian kami melanjutkan perjalanan
dan sampailah kami di Pos 3 Pondok Cemara, keada'annya sama dengan Pos 2
yaitu merupakan tanah lapang dibawah tegakan yang dapat untuk
mendirikan beberapa tenda.
 |
| Pos 2 Walang |
Tidak lama setelah itu, sekitar 50 menit perjalanan dari Pos 3 sampailah
kami di Pos 4 Samarantu. Keadaannya tidak jauh berbeda dengan pos-pos
sebelumnya yaitu merupakan tanah datar di bawah naungan vegetasi.
Bedanya, di sini sangat tidak di rekomendasikan untuk ngecamp.
Berdasarkan cerita dari warga sekitar serta dari pendaki lainnya, Pos 4
ini konon merupakan tempat mistis, tempat tinggalnya makhluk-makhluk Allah
yang tidak kasat mata. Dilihat dari namanya, ‘Samarantu’ berasal dari 2
kata yaitu ‘samar’ yang berarti tidak terlihat, dan ‘antu’ yang berarti
hantu, atau hantu yang samar tidak kasat mata. Maka sangat tidak
direkomendasikan untuk mendirikan camp disini.
 |
| Pos 3 Cemara |
 |
| Pos 4 Samarantu |
Tidak lama berjalan menuju pos 5 terdengar suara adzan dan kita putuskan untuk berhenti sejenak beristirahat di tengah jalur trek, langit sudah mulai gelap dan setelah bebrapa menit beristirahat kita lanjutkan kembali menuju pos 5, sampailah
kami di Pos 5 Mata Air. Sepanjang perjalanan menjelang Pos 5 vegetasi
sudah mulai berubah menjadi hutan lamtoro, tipikal vegetasi dataran
tinggi. Karena kondisi fisik yang sudah jauh menurun, serta sesuai
dengan target awal bersama rekan-rekan tim saya, akhirnya kami
memutuskan untuk ngecamp di Pos 5 ini. Di Pos 5 ini sudah ada bangunan
permanen dari seng seperti di Pos 1, niat kami mau mendirikan tenda di dalam
bangunan tersebut agar lebih nyaman dan aman terlindung dari angin ataupun hujan, ternyata apa boleh buat niat di urungkan karena di dalam bangunan tersebut sudah ada yang mendirikan tenda, di pos ini pun ternyata sudah penuh, tanah lapang yang lumayan luas ini dipenuhi tenda para pendaki, pada akhirnya kita putuskan untuk segera melanjutkan pendakian ke pos berikutnya. Di sa'at kami beristirahat di pos 5 ternyata ada se'ekor babi hutan yang sedang mencari makanan, sontak kita semua berhamburan tanpa arah pada sa'at babi hutan berlari ketika para pendaki berusaha mengusir binatang tersebut.
Rencana kami malam ini mau mendirikan tenda di pos 7 namun baru beberapa menit kami berjalan tenaga kami tiba-tiba ngedrop, mungkin karena lapar yang mendera perut kami, kita berhenti sejenak sambil membuat kopi serta memakan roti untuk mengisi perut yang lapar ini, pemandangan di malam hari begitu indah, nampak jelas terlihat lampu-lampu kota daerah sekitar dan cuaca alhamdulillah malam ini cukup bersahabat, langit begitu cerah namun cuaca di atas gunung slamet semakin dingin.
Semua kawan-kawan karyapala sudah siap untuk melanjutkan kembali pendakian menuju pos 6, hanya kurang dari 40 menit kami berjalan menuju pos 6 dan akhirnya kita pun tiba di pos 6 (samyang rangkah) pada pukul 19:30 wib. Pos ini tidak begitu luas dan sepertinya hanya cukup untuk mendirikan 2 tenda saja, kita putuskan untuk mndirikan tenda di pos ini karena hari sudah malam dan sangat gelap, kemungkinan kalau di teruskan menuju pos 7 kami belum tentu dapat tempat untuk mendirikan tenda, karena hari ini kebetulan banyak pendaki yang naik ke gunung slamet, seperti biasa gunung-gunung di tanah jawa ini bakal ramai di penuhi para pendaki ketika ada libur panjang, senin tanggal 14 oktober 2013 tanggal merah.
Tenda berhasil kita dirikan di pos 6 walaupun kita mendirikan tendanya di jalur pendakian, acara masak memasak untuk makan malam kali ini seperti biasa koki zam-zam dan koki maman yang ambil alih, setelah makan malam selesai sebagian kawan-kawan ada yang membuat kopi untuk sekedar menghangatkan tubuh karena udara di pos 6 ini teramat dingin, maman,didi,budi dan saya sendiri kebetulan 1 tenda dan kebetulan juga tenda yang kami pakai ini tenda baru jadi malam ini kita putuskan untuk langsung beristirahat agar besok pagi tenaga vit kembali.
Di tengah malam sa'at kita semua tidur lelap terdengar suara kawan-kawan pendaki yang tengah malam berjalan menuju puncak slamet, mungkin mereka tidak kebagian tempat untuk mendirikan tenda jadi terpaksa mau tidak mau melanjutkan pendakian dengan harapan dapat tempat untuk mendirikan tenda dan beristirahat,. Banyak kawan-kawn pendaki yang mengejar sunrise dan rela menempuh perjalana pada trek malam yang begitu gelap hanya di temani dengan lampu center seadanya, kami jelas mendengar suara gemuruh tapak kaki kawan-kawan yang mengejar sunrise karena tenda yang kami dirikan adalah jalur yang di lewati pendaki menuju puncak gunung slamet.
 |
| Pos 6 Samyang Rangkah |
 |
| Morning Pos 6 Samyang Rangkah |
 |
| Acara Sarapan Pagi Bersama |
Mentari pagi pun mulai menyinari pos 6 (samyang rangkah), satu persatu terbangun dari lelapnya tidur, sebagian kawan-kawan ada yang bangun lebih awal, tidak ada satupun kawan-kawan karyapala yang mengejar sunrise dari puncak gunung slamet, karena inti dari pendakian kami bukan itu, kita juga sudah memprediksi bahwasanya pagi ini sunrise di puncak gunung slamet tidak sempurna, karena faktor cuaca.
Pagi ini begitu cerah, maklum di jawa tengah bulan ini musin kemarau jadi kemungkinan besar tidak akan turun hujan di area gunung slamet. Seperti biasa kawan-kawan karyapala melakukan aktifitsnya masing-masing, ada yang melamun, ada yang bersenda gurau dan ada pula yang buang hajat hihihi.
Sarapan pagi kali ini cangat memuaskan,karena koki-koki karyapala memasak menu sarapan pagi istimewa, menu istimewanya adalah jengkhol goreng krispy ala zamanbhel hahaha. Sarapan pagi pun selesai kini tiba sa'atnya kita semua beres-beres perlengkapan untuk di rapihkan dan di masukkan ke dalam tenda, karena kita akan melanjutkan pendakian menuju puncak gunung slamet pagi ini tanpa membawa perlengkapan, yang kita bawa hanya bebrapa tas daypack yang berisikan kebutuhan makanan dan minuman untuk keperluan di perjalanan menuju puncak gunung slamet.
Tas Daypack di bawa oleh sudara didi dan dia pun kini berjalan menuju pos 7, sekitar 20 menit kemudian sampailah kami di Pos 7
Samyang Jampang. Di pos 7 ini juga sudah berdiri sebuah bangunan
permanen dari seng, sedikit lebih luas dibanding Pos
5. Disini juga sangat baik jika di gunakan sebagai tempat ngecamp, sebab
selain sudah ada bangunan disini juga berada pada punggungan bukit
dibawah baungan vegetasi dan pemandangan yang mantab,
Selepas Pos 7 mulai ditemui edelweis di kanan kiri trek pertanda
puncak sudah semakin dekat. Tak terasa kami sudah melewati Pos 8 Kendit,
dan sampailah kami di Pos 9 Palawangan tepatnya pada pukul 07:41 wib. Pos 9 merupakan batas vegetasi.
Selepas pos ini kita akan berhadapan dengan bukit pasir yang menjulang
dihadapan.
 |
| Trek Menuju Pos 7-8-9 |
 |
| Go to Pos 7-8-9 |
 |
| P0s 9 Palawangan |
Perjalanan dari pos 6 menuju pos 7,8 dan 9 sangat berdebu, dan untuk kawan-kawan saya himbau ketika mendaki ke Gunung slamet pada musim kemarau/panas baiknya membawa masker dan sejenisnya agar tidak menghirup debu yang bertebaran di jalur pendakian.
 |
| Trek Menuju Puncak Padat Merayap |
Konon menurut cerita ternyata karakter bukit pasir di Gunung Slamet ini berbeda dengan Gunung Semeru dan Gunung Guntur, lebih
mirip ke bukit menuju puncak Merapi. Jika di Semeru merupakan bukit
pasir, di sini berupa kerikil berwarna merah dengan ukuran cukup besar,
mirip seperti di Merapi.
Kami harus merangkak untuk melalui trek ini.
Setiap kali mendongak ke atas puncak seakan berlari menjauh, semakin
jauh, kami merangkak lagi, menjauh lagi. beberapa kali kami berhenti
untuk mengatur nafas dan mengatur irama. Dan, setelah bersusah payah
merangkak melewati bukit sekitar 60 menit, maka sampailah kami di tujuan
perjalanan ini Puncak Slamet 3428 mdpl.
 |
| Puncak Gunung slamet 3428 mdpl |
 |
| Puncak Gunung Slamet 13 0kt 2013 |
 |
| Karyapala Puncak Gunung Slamet 3428 Mdpl |
Kemahsyuran legendanya membuat saya sangat bangga bisa menginjakkan kaki
di atap Jawa Tengah ini. Samudera di atas awannya juga begitu menawan, secara keseluruhan total perjalanan sampai di Puncak Slamet adalah 9 jam
dengan trek yang menanjak curam, ±6 jam perjalanan basecamp - Pos 5,
dan ±3 jam perjalanan dari Pos 5 - puncak . Sama sekali gak ada bonus
dari basecamp sampai puncak. Tempat camp yang ideal di Pos 5 atau Pos 7,
sebab sudah ada bangunan permanen dan jaraknya dari puncak pun tidak
terlalu jauh.
Selain legenda cerita mistisnya, tentu saja Gunung Slamet juga menyimpan
gugusan keindahan mahakarya illahi yang sayang jika di lewatkan. Bagi
kawan-kawan yang belum pernah mendaki kesana very recommended dah untuk
di coba.
*Turun Gunung
Sudah hampir 1 jam kita semua berada di ketinggian 3428 Mdpl (Meter Diatas Permuka'an Laut), semua aktifitas kita habiskan untuk bersenda gurau serta berfoto bersama. Kini waktunya kita semua harus turun gunung, karena cuaca sudah semakin panas dan terkadang secara tiba-tiba turun kabut dan memaksa kita untuk extra berhati-hati.
Ketka kita semua turun kawan-kawan pendaki dari berbagai daerah ternyata masih banyak yang akan mendaki menuju puncak Gunung Slamet, sesama pendaki kita semua saling suport walaupun kita semua tidak saling kenal satu dengan yang lain, " sesama pendaki itu bersaudara kawan..!!! "
*Packing Untuk Persiapan Turun Gunung
Hanya sekitar 60 menit kurang kita tiba di pos 6, dan kita semua siap-siap untuk beres-beres perlengkapan, karena target kita sore ini sudah harus balik menuju cikarang-bekasi, ketika kita semua sibuk beres-beres ternyata banyak para pendaki yang sedang beristirahat di pos 6 ini menunggu kami untuk segera turun, karena mereka mau gantian mendirikan tenda di pos ini, sebab di pos 7 dan 8 sudah penuh.
Singkat cerita, sekitar pukul 17:00 wib kita semua sudah tiba di pos 1, dan kita lanjutkan menuju base camp Gunung Slamet, di tengah perjalanan kita beristirahat sejenak, karena kaki kami nampak terasa pegal-pegal serta lecet ringan.
 |
| Luka Akibat Terjatuh Di Trek Batu Merah Menuju Puncak |
 |
| Santai Bersama Kawan-Kawan Karyapala |
Sekitar 60 menit lagi untuk sampai menuju Base Camp, kita santai-santai sejenak, karena kaki ini sudah mulai terasa pegal-pegal dan telapak kaki rupanya terasa perih karena lecet, saudara didi sudah tidak kelihatan batang hidungnya, mungkin sudah terlebih dahulu sampai di Base Camp.
Lagi-lagi kita semua rehat sebentar di lapangan sepak bola untuk membuang sampah yang berhasil kami kumpulkan di perjalanan dari pos 6 sampai di pos 1, di dekat lapangan ada sebuah tempat pembuangan sampah dan para pendaki biasanya membuang sampah di sini lalu langsung di bakar, oh ya untuk kawan-kawan yang sekiranya akan membuang sampah khususnya botol gas yang sudah tak terpakai alangkah baiknya di periksa kembali dan di pastikan bahwasanya botol gas tersebut sudah benar-benar kosong, kalau belum kosong akan cukup berbahaya, karena di pastikan akan terjadi ledakan, paling tidak botol tersebut di tusuk/di bolongi menggunakan pisau lipat ataupun alat sejenis agar gas yang masih tersisa keluar dan ketika di bakar tidak akan terjadi ledakan.
Di sini Kami istirahat sambil membongkar sisa-sisa makanan, ternyata makanan yang kami miliki masih sangat banyak, zam-zam langsung menegluarkan kompor lalu memasak mi instant dan juga membuat kopi, banyak pendaki yang kami ajak mampir di sini dan kami tawarkan bergabung bersama kami untuk sekedar kongkow-kongkow dan ngopi bersama.
Langit sudah mulai gelap dan cuaca di lapangan sepak bola ini semakin
terasa dingin, bersama kawan-kawan pendaki lainnya kami bergegas untuk
turun ke base camp, sekitar 30 menit akhirnya kita semua sampai juga di
depan Gedung Pondok Pemuda, ternyata saudara didi sedang nongkrong di
warung depan pondok pemuda, kami lanjutkan perjalanan menuju base camp
untuk mengurus simaksi, waktu sudah larut malam dan kami tidak mungkin
naik angkutan umum bus maupun kereta karena pastinya di terminal dan
stasiun pasti sudah sepi.
Di Base Camp banyak para
calo angkutan umum, kami di tawarkan beberapa kali namun kami hiraukan
karena kami sudah punya travel sendiri, namun malam ini kita tidak dapat
langsung balik di karenakan mobil travel yang mengantarkan kami ke
bambangan sedang ada di luar jawa tengah dan bisa menjemput kami pada
pagi hari, dengan sangat terpaksa kamipun menginap di base camp hingga
pagi hari tiba.
Tepat pukul 06:00 wib mobil travel tiba di
depan base camp dan kami langsung mengangkut barang bawa'an kami ke
dalam mobil, setelah semua beres kami langsung cabut menuju
cikarang-bekasi (jawa barat).
 |
| Lelah Kawan |
Pak
sopir Langsung tancap gas, dari base camp menuju cikarang kami hanya
beberapa kal berhenti saja untuk mengisi bensin dan mengisi perut,
perjalanan cukup lancar karena mungkin hari libur jadi jalan sangat
lancar, kami tiba di cikarang pada pukul 14:30 wib dengan selamat tanpa
kekurangan 1 apapun aamiin.
Jangan Meninggalkan Apapun Kecuali JEJAK
Jangan Mengambil Apapun Kecuali FOTO
Jangan Membunuh Apapun Kecuali WAKTU
Bersambung ke trip berikutnya Gunung Tertinggi SeJawa, GUNUNG SEMERU bye.. bye..
Salam Lestari.
Gunung Slamet adalah
gunung tertinggidi Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi kedua di
Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 mdpl. Pada masa penjelajahan dunia
yang pertama Sir Frances Drake, seorang pelaut Inggris pada tahun 1580,
ketika itu melihat Gunung Slamet dan segera mengarahkan perahunya dan
berlabuh di Cilacap.
Gn. Slamet dapat didaki melalu tiga jalur, lewat jalur sebelah Barat
Kaliwadas, lewat jalur sebelah selatan Batu Raden dan lewat jalur
sebelah timur Bambangan. Dari ketiga jalur tersebut yang terdekat adalah
lewat Bambangan, selain pemandangannya indah juga banyaknya kera liar
yang dapat ditemui dalam perjalanan menuju ke puncak slamet.
- See more at:
http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html#sthash.TGHx5acv.dpuf
Sumber:
http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html
Muhammad Chamdun
Gunung Slamet adalah
gunung tertinggidi Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi kedua di
Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 mdpl. Pada masa penjelajahan dunia
yang pertama Sir Frances Drake, seorang pelaut Inggris pada tahun 1580,
ketika itu melihat Gunung Slamet dan segera mengarahkan perahunya dan
berlabuh di Cilacap.
Gn. Slamet dapat didaki melalu tiga jalur, lewat jalur sebelah Barat
Kaliwadas, lewat jalur sebelah selatan Batu Raden dan lewat jalur
sebelah timur Bambangan. Dari ketiga jalur tersebut yang terdekat adalah
lewat Bambangan, selain pemandangannya indah juga banyaknya kera liar
yang dapat ditemui dalam perjalanan menuju ke puncak slamet. - See more
at:
http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html#sthash.TGHx5acv.dpuf
Sumber:
http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html
Muhammad Chamdun