Jumat, 02 Januari 2015

Mahameru Yang Terkenang

GUNUNG TERTINGGI DI PULAU JAWA


Posted by: Furqon | Karyapala adventure | 8 Maret 2014 Jam 22:45 wib
Gunung Semeru

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Posisi gunung ini terletak di antara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.
Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang

*Pendakian Masal Gunung Semeru
Jauh sebelum memasuki bulan desember 2014 saya, darru hangga/emon, syamsudin/mi'un & zam-zam merencanakan pendakian ke gunung tertinggi di pulau jawa, rencana awal kita akan mendaki ke semeru pada akhir tahun 2014 berempat namun pada akhir cerita cuma bertiga yang pada akhirnya positive berangkat menuju jawa timur puncak tertinggi pulau jawa/gunung semeru.

Dengan beberapa pertimbangan dan berbagai alasan kita putuskan mendaki gunung semeru pada tanggal 25-30 desember 2014 ikut serta dengan anak PALATEN ADVENTURE yang bermarkas di pejaten pasar minggu, yang terdaftar dalam pendakian kali ini dari anak karyapala hanya saya, darru dan syamsudin, untuk saudara kita zam-zam tidak jadi karena dengan alasan tidak enak dengan atasannya karena beliau baru saja di angkat menjadi karyawan tetap di Pt.Tstech Indonesia.

*Inilah Team/kelompok pandaki yang sudah di bagi menjadi 12 team/kelompok, dan 1 team/kelompok terdiri atas 4 orang, team/kelompok tersebut sbb:

Kelo,mpok 1 s/d 12
Jadwal Kegiatan Pendakian

Rencana awal keberangkatan pendakian yang rencananya akan di laksanakan pada tanggal 25 desember 2014 ternyata di undur 1 hari menjadi tanggal 26 desember 2014 oleh pihak panitia dengan berbagai macam alasan dan mau tidak mau kita yang masih ingin berminat ikut serta dalam pendakian kali ini harus nurut kepada pihak panitia, seandainya kita mundur tidak jadi masalah karena itu sudah menjadi hak kita namun sangat di sayangkan sekali kalau kita mengundurkan diri pada acara pendakian massal bersama anak Palaten, karena jikalau kita ingin berangkat sendiri tentunya sudah tidak akan kebagian tiket kereta menuju malang,

Tiket kereta menuju malang sudah habis terjual 3 bulan sebelum hari H keberangkatan, untuk akhir tahun, lebaran dan hari besar biasanya tiket kereta ekonomi matarmaja laris di buru para pengguna jasa angkutan kereta jarak jauh.

*26 Desember 2014
Jum'at 26 desember 2014 pukul 09:30 wib saudara syamsudin/mi'un, darru hangga/emon, rama anak bandung dan saya sendiri ahmad furqon sudah tiba di stasiun bekasi. Tepat di belakang stasiun bekasi ada sebuah indomaret, dan kita berkumpul di depan mini market tersebut untuk membeli perlengkapan logistik secukupnya.

Depan Mesjid Al-Barkah Bekasi Kota
Sebelum berangkat menuju stasiun senen kita berempat menyempatkan diri terlebih dahulu untuk melaksanakan ibadah shalat jum'at di masjid raya Al-barkah kota bekasi, setelah selesai melaksanakan ibadah shalat jum'at kita langsung bergegas menuju stasiun bekasi menuju stasiun pasar senen.

Kommuter Line Bekasi-Jakarta
Kereta commuter line dari bekasi tidak ada yang langsung menuju stasiun pasar senen, mesti transit terlebih dahulu di stasiun jatinegara, setelah sampai di stasiun jati negara kita pindah ke jalur 5 untuk menuju stasiun pasar senen.

Setibanya kita di stasiun jatinegara, langsung cari kereta jurusan stasiun pasar senen, kurang lebih hanya sekitar 10 menit saja perjalanan dari stasiun jatinegara ke stasiuan pasar senen, dengan suasana yang begitu padat di dalam kereta karena maklum menjelang liburan akhir tahun semua warga indonesia bersiap mudik ke kampung halaman masing-masing.

Setasiun pasar senen di guyur hujan yang lumayan deras, desember 2014 memang masih tergolong masuk musim penghujan, jadi kita semua berharap perjalanan kali ini cuaca di malang bersahabat. Semua peserta pendakian masal bersama Palaten Adventure Pasar Minggu sudah tiba, namun pihak panitia terutama ZAKI dkk belum juga tiba di TKP.

Satu persatu kawan-kawan peserta mencoba berusaha menghubungi panitia acara dan kabarnya masih saja di perjalanan menuju TKP, semua khawatir, karena waktu sudah semakin sore dan kereta akan segera berangkat menuju stasiun malang.
To be continue...










Selasa, 08 April 2014

Expedisi Gunung Tertinggi Di jawa Tengah, Gunung Slamet 2013

  GUNUNG SLAMET JAWA TENGAH





Posted by: Furqon | Karyapala adventure | 8 Maret 2014 Jam 22:45 wib 

Gunung Slamet adalah gunung tertinggidi Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 mdpl. Pada masa penjelajahan dunia yang pertama Sir Frances Drake, seorang pelaut Inggris pada tahun 1580, ketika itu melihat Gunung Slamet dan segera mengarahkan perahunya dan berlabuh di Cilacap. Gn. Slamet dapat didaki melalu tiga jalur, lewat jalur sebelah Barat Kaliwadas, lewat jalur sebelah selatan Batu Raden dan lewat jalur sebelah timur Bambangan. Dari ketiga jalur tersebut yang terdekat adalah lewat Bambangan, selain pemandangannya indah juga banyaknya kera liar yang dapat ditemui dalam perjalanan menuju ke puncak slamet. - See more at: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html#sthash.TGHx5acv.dpuf

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html
Muhammad Chamdun
Summit Mt.Slamet 2013


Gunung Slamet (3,432 ) adalah gunung tertinggi di Jawa setelah Gunung Semeru di Jawa Timur, berbentuk kerucut/Strato serta memiliki kawah yang masih aktif dan luas. Letusan besar terakhir terjadi pada tanggal 13 juli 1988, yang menimbulkan lidah api dan semburan lava pijar setinggi 300 meter. Gunung Slamet terletak di perbatasan Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, dan Brebes. Dengan posisi geografis 7°14,30' LS dan 109°12,30' BT.

Untuk mencapai puncak Gunung Slamet, kita bisa melalui beberapa jalur: dari Utara via Gambuhan-Jurangmangu, dari Selatan via Baturaden-Gunung Malang, dan Timur via Bobotsari - Bambangan. Jalur yang paling dekat dan lebih aman, adalah dari Bambangan dan Jurangmangu, yang merupakan jalur yang dianjurkan, sedangkan jalur Baturaden sebaiknya dihindari karena banyak ditumbuhi rumput-rumput liar dan medannya terjal serta berbahaya, dan kebetulan kami memutuskan untuk mendaki gunung slamet melalui jalur Bambangan.

*Go to Gunung Slamet-Jawa tengah
Pada tanggal 16 agustus 2013 kawan-kawan karyapala mengadakan pendakian ke gunung guntur (garut jawa barat), dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia di puncak gunung guntur, dan kebetulan saya tidak ikut serta dalam event tersebut karena saya sendiri akan mengadakan event pendakian ke jawa tengah tepatnya ke Gunung tertinggi di jawa tengah, gunung tertinggi ke 2 di pulau jawa setelah Gunung Semeru.

Akhirnya rencana saya kini terealisasikan, kawan-kawan yang ikut serta dalam event mt.slamet kali ini pun lumayan banyak, dan ada anak baru yang kali ini ikut berpartisipasi ikut serta dalam event mt.slamet (dede prod), serta ada juga peserta yang ikut serta berasal dari luar karyapala (ariz bhewok sohib zam-zam).

*Peserta Pendakian Gunung Cikuray 2013
1.furqon
2.ndaru/emon
3.samsudin/mi'un
4.zam-zam
5.didi
6.aboe
7.maman/ghembel
8.budi/movic
9.dede
10.ariz/bewok

Dari 10 peserta kita bentuklah kelompok yang masing-masing 1 kelompok 2 orang, masing-masing kelompok akan mendapatkan tugas yang berbeda-beda, dan mudah-mudahan semua bergerak sesuai dengan tugasnya dan tidak mengandalkan 1 dengan yang lainnya.

Pembagian Tugas Event Mt.Slamet 2013
1.transportasi: furqon & emon
2.peralatan/perlengkapan: aboe & zam-zam
3.p3k: mi'un & didi
4.konsumsi: dede & bhewok
5.dokumentaasi: budi & maman

*Jum'at 11 Oktober 2013
Jarum jam tepat di arah angka 8 dan tibalah sa'atnya peserta event mt.slamet bersiap menuju jawa tengah dan berkumpul di pos security 2 PT.TsTech Indonesia kawasan ejip plot 7D cikarang selatan-bekasi.

Semua kawan-kawan karyapala telah berkumpul dan hanya 1 orang saja yang belum juga datang yakni saudara budi, karena masih dalam proses pengawasan atasannya. Mobil travel yang kami carter sudah stand bay di depan gerbang dan siap meluncur deras menuju Gunung Slamet Jawa Tengah.

Pukul 20:30 wib semua perlengkapan sudah masuk ke dalam mobil, semua peserta berdo'a bersama agar di berikan keselamatan dan kemudahan di dalam perjalanan menuju bambangan jawa tengah, di tengah perjalanan kami berhenti di sebuah mini market untuk membeli makanan dan minuman.

Shoopin Kaum Kusam
Perjalanan dari cikarang menuju bambangan jawa tengah memakan waktu kurang lebih 8 jam, dan tepat pukul 06:00 wib kami tiba di pos pendaftaran Gunung Slamet, walaupun nyasar-nyasar di pasar namun akhirnya Alhamdulillaah sampai juga dengan selamat di daerah Dukuh Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja.

Base Camp Gunung Slamet
Pondok Pemuda Pendakian Gunung Slamet
Basecamp ini kalau tidak salah adalah kediaman Bapak Sugeng, berikut contact personnya bagi yang butuh 085726000335 itupun kalau masih aktif. Bagi saya ini adalah base camp terbaik sejauh pengalaman mendaki gunung. Selain rumahnya bersih, rapi, dan nyaman, makanannya juga enak serta murah. Dan yang pasti tuan rumahnya sangat ramah bagi kami para pendaki.

Tidak jauh dari base camp gunung selamet kita akan menjumpai sebuah bangunan berwarna hijau yakni Gedung Pondok Pemuda Pendakian Gunung Slamet, tempat ini boleh di pergunakan untuk beristirahat para pendaki apabila cuaca hujan.

Setelah aklimatisasi, mengisi perut, registrasi, re-packing, dan berdo'a, maka perjalanan menuju puncak tertinggi di Jawa Tengah pun kami mulai sekitar pukul 07:00 wib. Sekitar 5 menit berjalan gerbang pendakian Gunung Slamet menyambut perjalanan kami. Seperti biasa di kebanyakan gunung pemandangan yang kami temui di awal pendakian adalah perladangan penduduk. Trek masih cukup landai berupa jalan tanah. Sekitar 20 menit berjalan perladangan mulai habis dan kami menemui lapangan sepakbola.


Gerbang Pendakian Gunung Slamet

Trek Awal hingga lapangan Bola
Selepas lapangan sepakbola, trek mulai menanjak dengan vegetasi hutan pinus yang masih cukup lebat. Sekitar 45 menit sampailah kami di Pos 1 Pondok Gemirung, disini sudah cukup banyak pendaki yang memutuskan untuk menginap. Maklum saja di Pos 1 ini sudah berdiri bangunan permanen dari seng sehingga membuat nyaman dan aman baik dari hujan maupun angin.

Zami,Didi,Mama,Mi'un,BUdi
Furqon,Emon,Aboe
 
Pos 1 Gamirung
Hari semakin siang, suasana sudah mulai gelap karena sudah memasuki hutan dan udara terasa semakin dingin. Sekitar 1 jam perjalanan kami pun sampai di Pos 2 Pondok Walang. Pos 2 merupakan satu tanah lapang di bawah naungan tegakan cemara gunung, disini bisa untuk mendirikan beberapa tenda. Kami berhenti sejenak untuk makan, mencharge tenaga karena kondisi fisik sudah mulai menurun. Beberapa menit kemudian kami melanjutkan perjalanan dan sampailah kami di Pos 3 Pondok Cemara, keada'annya sama dengan Pos 2 yaitu merupakan tanah lapang dibawah tegakan yang dapat untuk mendirikan beberapa tenda.

Pos 2 Walang
Tidak lama setelah itu, sekitar 50 menit perjalanan dari Pos 3 sampailah kami di Pos 4 Samarantu. Keadaannya tidak jauh berbeda dengan pos-pos sebelumnya yaitu merupakan tanah datar di bawah naungan vegetasi. Bedanya, di sini sangat tidak di rekomendasikan untuk ngecamp. Berdasarkan cerita dari warga sekitar serta dari pendaki lainnya, Pos 4 ini konon merupakan tempat mistis, tempat tinggalnya makhluk-makhluk Allah yang tidak kasat mata. Dilihat dari namanya, ‘Samarantu’ berasal dari 2 kata yaitu ‘samar’ yang berarti tidak terlihat, dan ‘antu’ yang berarti hantu, atau hantu yang samar tidak kasat mata. Maka sangat tidak direkomendasikan untuk mendirikan camp disini.

Pos 3 Cemara
Pos 4 Samarantu
Tidak lama berjalan menuju pos 5 terdengar suara adzan dan kita putuskan untuk berhenti sejenak beristirahat di tengah jalur trek, langit sudah mulai gelap dan setelah bebrapa menit beristirahat kita lanjutkan kembali menuju pos 5, sampailah kami di Pos 5 Mata Air. Sepanjang perjalanan menjelang Pos 5 vegetasi sudah mulai berubah menjadi hutan lamtoro, tipikal vegetasi dataran tinggi. Karena kondisi fisik yang sudah jauh menurun, serta sesuai dengan target awal bersama rekan-rekan tim saya, akhirnya kami memutuskan untuk ngecamp di Pos 5 ini. Di Pos 5 ini sudah ada bangunan permanen dari seng seperti di Pos 1, niat kami mau mendirikan tenda di dalam bangunan tersebut agar lebih nyaman dan aman terlindung dari angin ataupun hujan, ternyata apa boleh buat niat di urungkan karena di dalam bangunan tersebut sudah ada yang mendirikan tenda, di pos ini pun ternyata sudah penuh, tanah lapang yang lumayan luas ini dipenuhi tenda para pendaki, pada akhirnya kita putuskan untuk segera melanjutkan pendakian ke pos berikutnya. Di sa'at kami beristirahat di pos 5 ternyata ada se'ekor babi hutan yang sedang mencari makanan, sontak kita semua berhamburan tanpa arah pada sa'at babi hutan berlari ketika para pendaki berusaha mengusir binatang tersebut.

Rencana kami malam ini mau mendirikan tenda di pos 7 namun baru beberapa menit kami berjalan tenaga kami tiba-tiba ngedrop, mungkin karena lapar yang mendera perut kami, kita berhenti sejenak sambil membuat kopi serta memakan roti untuk mengisi perut yang lapar ini, pemandangan di malam hari begitu indah, nampak jelas terlihat lampu-lampu kota daerah sekitar dan cuaca alhamdulillah malam ini cukup bersahabat, langit begitu cerah namun cuaca di atas gunung slamet semakin dingin.

Semua kawan-kawan karyapala sudah siap untuk melanjutkan kembali pendakian menuju pos 6, hanya kurang dari 40 menit kami berjalan menuju pos 6 dan akhirnya kita pun tiba di pos 6 (samyang rangkah) pada pukul 19:30 wib. Pos ini tidak begitu luas dan sepertinya hanya cukup untuk mendirikan 2 tenda saja, kita putuskan untuk mndirikan tenda di pos ini karena hari sudah malam dan sangat gelap, kemungkinan kalau di teruskan menuju pos 7 kami belum tentu dapat tempat untuk mendirikan tenda, karena hari ini kebetulan banyak pendaki yang naik ke gunung slamet, seperti biasa gunung-gunung di tanah jawa ini bakal ramai di penuhi para pendaki ketika ada libur panjang, senin tanggal 14 oktober 2013 tanggal merah.

Tenda berhasil kita dirikan di pos 6 walaupun kita mendirikan tendanya di jalur pendakian, acara masak memasak untuk makan malam kali ini seperti biasa koki zam-zam dan koki maman yang ambil alih, setelah makan malam selesai sebagian kawan-kawan ada yang membuat kopi untuk sekedar menghangatkan tubuh karena udara di pos 6 ini teramat dingin, maman,didi,budi dan saya sendiri kebetulan 1 tenda dan kebetulan juga tenda yang kami pakai ini tenda baru jadi malam ini kita putuskan untuk langsung beristirahat agar besok pagi tenaga vit kembali.

Di tengah malam sa'at kita semua tidur lelap terdengar suara kawan-kawan pendaki yang tengah malam berjalan menuju puncak slamet, mungkin mereka tidak kebagian tempat untuk mendirikan tenda jadi terpaksa mau tidak mau melanjutkan pendakian dengan harapan dapat tempat untuk mendirikan tenda dan beristirahat,. Banyak kawan-kawn pendaki yang mengejar sunrise dan rela menempuh perjalana pada trek malam yang begitu gelap hanya di temani dengan lampu center seadanya, kami jelas mendengar suara gemuruh tapak kaki kawan-kawan yang mengejar sunrise karena tenda yang kami dirikan adalah jalur yang di lewati pendaki menuju puncak gunung slamet.

Pos 6 Samyang Rangkah
Morning Pos 6 Samyang Rangkah
Acara Sarapan Pagi Bersama
Mentari pagi pun mulai menyinari pos 6 (samyang rangkah), satu persatu terbangun dari lelapnya tidur, sebagian kawan-kawan ada yang bangun lebih awal, tidak ada satupun kawan-kawan karyapala yang mengejar sunrise dari puncak gunung slamet, karena inti dari pendakian kami bukan itu, kita juga sudah memprediksi bahwasanya pagi ini sunrise di puncak gunung slamet tidak sempurna, karena faktor cuaca.

Pagi ini begitu cerah, maklum di jawa tengah bulan ini musin kemarau jadi kemungkinan besar tidak akan turun hujan di area gunung slamet. Seperti biasa kawan-kawan karyapala melakukan aktifitsnya masing-masing, ada yang melamun, ada yang bersenda gurau dan ada pula yang buang hajat hihihi.

Sarapan pagi kali ini cangat memuaskan,karena koki-koki karyapala memasak menu sarapan pagi istimewa, menu istimewanya adalah jengkhol goreng krispy ala zamanbhel hahaha. Sarapan pagi pun selesai kini tiba sa'atnya kita semua beres-beres perlengkapan untuk di rapihkan dan di masukkan ke dalam tenda, karena kita akan melanjutkan pendakian menuju puncak gunung slamet pagi ini tanpa membawa perlengkapan, yang kita bawa hanya bebrapa tas daypack yang berisikan kebutuhan makanan dan minuman untuk keperluan di perjalanan menuju puncak gunung slamet.

Tas Daypack di bawa oleh sudara didi dan dia pun kini berjalan menuju pos 7, sekitar 20 menit kemudian sampailah kami di Pos 7 Samyang Jampang. Di pos 7 ini juga sudah berdiri sebuah bangunan permanen dari seng, sedikit lebih luas dibanding Pos 5. Disini juga sangat baik jika di gunakan sebagai tempat ngecamp, sebab selain sudah ada bangunan disini juga berada pada punggungan bukit dibawah baungan vegetasi dan pemandangan yang mantab,

Selepas Pos 7 mulai ditemui edelweis di kanan kiri trek pertanda puncak sudah semakin dekat. Tak terasa kami sudah melewati Pos 8 Kendit, dan sampailah kami di Pos 9 Palawangan tepatnya pada pukul 07:41 wib. Pos 9 merupakan batas vegetasi. Selepas pos ini kita akan berhadapan dengan bukit pasir yang menjulang dihadapan.

Trek Menuju Pos 7-8-9
Go to Pos 7-8-9
P0s 9 Palawangan
Perjalanan dari pos 6 menuju pos 7,8 dan 9 sangat berdebu, dan untuk kawan-kawan saya himbau ketika mendaki ke Gunung slamet pada musim kemarau/panas baiknya membawa masker dan sejenisnya agar tidak menghirup debu yang bertebaran di jalur pendakian.

Trek Menuju Puncak Padat Merayap
Konon menurut cerita ternyata karakter bukit pasir di Gunung Slamet ini berbeda dengan Gunung Semeru dan Gunung Guntur, lebih mirip ke bukit menuju puncak Merapi. Jika di Semeru merupakan bukit pasir, di sini berupa kerikil berwarna merah  dengan ukuran cukup besar, mirip seperti di Merapi.

Kami harus merangkak untuk melalui trek ini. Setiap kali mendongak ke atas puncak seakan berlari menjauh, semakin jauh, kami merangkak lagi, menjauh lagi. beberapa kali kami berhenti untuk mengatur nafas dan mengatur irama. Dan, setelah bersusah payah merangkak melewati bukit sekitar 60 menit, maka sampailah kami di tujuan perjalanan ini Puncak Slamet 3428 mdpl.

Puncak Gunung slamet 3428 mdpl
Puncak Gunung Slamet 13 0kt 2013
Karyapala Puncak Gunung Slamet 3428 Mdpl
Kemahsyuran legendanya membuat saya sangat bangga bisa menginjakkan kaki di atap Jawa Tengah ini. Samudera di atas awannya juga begitu menawan, secara keseluruhan total perjalanan sampai di Puncak Slamet adalah 9 jam dengan trek yang menanjak curam, ±6 jam perjalanan basecamp - Pos 5, dan ±3 jam perjalanan dari Pos 5 - puncak . Sama sekali gak ada bonus dari basecamp sampai puncak. Tempat camp yang ideal di Pos 5 atau Pos 7, sebab sudah ada bangunan permanen dan jaraknya dari puncak pun tidak terlalu jauh.

Selain legenda cerita mistisnya, tentu saja Gunung Slamet juga menyimpan gugusan keindahan mahakarya illahi yang sayang jika di lewatkan. Bagi kawan-kawan yang belum pernah mendaki kesana very recommended dah untuk di coba.

*Turun Gunung
Sudah hampir 1 jam kita semua berada di ketinggian 3428 Mdpl (Meter Diatas Permuka'an Laut), semua aktifitas kita habiskan untuk bersenda gurau serta berfoto bersama. Kini waktunya kita semua harus turun gunung, karena cuaca sudah semakin panas dan terkadang secara tiba-tiba turun kabut dan memaksa kita untuk extra berhati-hati.

Ketka kita semua turun kawan-kawan pendaki dari berbagai daerah ternyata masih banyak yang akan mendaki menuju puncak Gunung Slamet, sesama pendaki kita semua saling suport walaupun kita semua tidak saling kenal satu dengan yang lain, " sesama pendaki itu bersaudara kawan..!!! "

*Packing Untuk Persiapan Turun Gunung
Hanya sekitar 60 menit kurang kita tiba di pos 6, dan kita semua siap-siap untuk beres-beres perlengkapan, karena target kita sore ini sudah harus balik menuju cikarang-bekasi, ketika kita semua sibuk beres-beres ternyata banyak para pendaki yang sedang beristirahat di pos 6 ini menunggu kami untuk segera turun, karena mereka mau gantian mendirikan tenda di pos ini, sebab di pos 7 dan 8 sudah penuh.

Singkat cerita, sekitar pukul 17:00 wib kita semua sudah tiba di pos 1, dan kita lanjutkan menuju base camp Gunung Slamet, di tengah perjalanan kita beristirahat sejenak, karena kaki kami nampak terasa pegal-pegal serta lecet ringan.

Luka Akibat Terjatuh Di Trek Batu Merah Menuju Puncak
Santai Bersama Kawan-Kawan Karyapala
Sekitar 60 menit lagi untuk sampai menuju Base Camp, kita santai-santai sejenak, karena kaki ini sudah mulai terasa pegal-pegal dan telapak kaki rupanya terasa perih karena lecet, saudara didi sudah tidak kelihatan batang hidungnya, mungkin sudah terlebih dahulu sampai di Base Camp. 

Lagi-lagi kita semua rehat sebentar di lapangan sepak bola untuk membuang sampah yang berhasil kami kumpulkan di perjalanan dari pos 6 sampai di pos 1, di dekat lapangan ada sebuah tempat pembuangan sampah dan para pendaki biasanya membuang sampah di sini lalu langsung di bakar, oh ya untuk kawan-kawan yang sekiranya akan membuang sampah khususnya botol gas yang sudah tak terpakai alangkah baiknya di periksa kembali dan di pastikan bahwasanya botol gas tersebut sudah benar-benar kosong, kalau belum kosong akan cukup berbahaya, karena di pastikan akan terjadi ledakan, paling tidak botol tersebut di tusuk/di bolongi menggunakan pisau lipat ataupun alat sejenis agar gas yang masih tersisa keluar dan ketika di bakar tidak akan terjadi ledakan.

Di sini Kami istirahat sambil membongkar sisa-sisa makanan, ternyata makanan yang kami miliki masih sangat banyak, zam-zam langsung menegluarkan kompor lalu memasak mi instant dan juga membuat kopi, banyak pendaki yang kami ajak mampir di sini dan kami tawarkan bergabung bersama kami untuk sekedar kongkow-kongkow dan ngopi bersama.


Langit sudah mulai gelap dan cuaca di lapangan sepak bola ini semakin terasa dingin, bersama kawan-kawan pendaki lainnya kami bergegas untuk turun ke base camp, sekitar 30 menit akhirnya kita semua sampai juga di depan Gedung Pondok Pemuda, ternyata saudara didi sedang nongkrong di warung depan pondok pemuda, kami lanjutkan perjalanan menuju base camp untuk mengurus simaksi, waktu sudah larut malam dan kami tidak mungkin naik angkutan umum bus maupun kereta karena pastinya di terminal dan stasiun pasti sudah sepi.

Di Base Camp banyak para calo angkutan umum, kami di tawarkan beberapa kali namun kami hiraukan karena kami sudah punya travel sendiri, namun malam ini kita tidak dapat langsung balik di karenakan mobil travel yang mengantarkan kami ke bambangan sedang ada di luar jawa tengah dan bisa menjemput kami pada pagi hari, dengan sangat terpaksa kamipun menginap di base camp hingga pagi hari tiba.

Tepat pukul 06:00 wib mobil travel tiba di depan base camp dan kami langsung mengangkut barang bawa'an kami ke dalam mobil, setelah semua beres kami langsung cabut menuju cikarang-bekasi (jawa barat).

Lelah Kawan
Pak sopir Langsung tancap gas, dari base camp menuju cikarang kami hanya beberapa kal berhenti saja untuk mengisi bensin dan mengisi perut, perjalanan cukup lancar karena mungkin hari libur jadi jalan sangat lancar, kami tiba di cikarang pada pukul 14:30 wib dengan selamat tanpa kekurangan 1 apapun aamiin.


Jangan Meninggalkan Apapun Kecuali JEJAK
Jangan Mengambil Apapun Kecuali FOTO
Jangan Membunuh Apapun Kecuali WAKTU


Bersambung ke trip berikutnya Gunung Tertinggi SeJawa, GUNUNG SEMERU bye.. bye.. 
Salam Lestari.
Gunung Slamet adalah gunung tertinggidi Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 mdpl. Pada masa penjelajahan dunia yang pertama Sir Frances Drake, seorang pelaut Inggris pada tahun 1580, ketika itu melihat Gunung Slamet dan segera mengarahkan perahunya dan berlabuh di Cilacap. Gn. Slamet dapat didaki melalu tiga jalur, lewat jalur sebelah Barat Kaliwadas, lewat jalur sebelah selatan Batu Raden dan lewat jalur sebelah timur Bambangan. Dari ketiga jalur tersebut yang terdekat adalah lewat Bambangan, selain pemandangannya indah juga banyaknya kera liar yang dapat ditemui dalam perjalanan menuju ke puncak slamet. - See more at: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html#sthash.TGHx5acv.dpuf

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html
Muhammad Chamdun
Gunung Slamet adalah gunung tertinggidi Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 mdpl. Pada masa penjelajahan dunia yang pertama Sir Frances Drake, seorang pelaut Inggris pada tahun 1580, ketika itu melihat Gunung Slamet dan segera mengarahkan perahunya dan berlabuh di Cilacap. Gn. Slamet dapat didaki melalu tiga jalur, lewat jalur sebelah Barat Kaliwadas, lewat jalur sebelah selatan Batu Raden dan lewat jalur sebelah timur Bambangan. Dari ketiga jalur tersebut yang terdekat adalah lewat Bambangan, selain pemandangannya indah juga banyaknya kera liar yang dapat ditemui dalam perjalanan menuju ke puncak slamet. - See more at: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html#sthash.TGHx5acv.dpuf

Sumber: http://chk2489.blogspot.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-slamet.html
Muhammad Chamdun